HUT Lampung Ke 57, Wakil Ketua DPRD Bandarlampung Berharap Gubernur Ikut Tangani Tiga Masalah Ibukota Provinsi

setialampung.com – Keberadaan Kota Bandarlampung sebagai ibukota Provinsi Lampung semestinya menjadi perhatian serius gubernur dalam hal pembangunan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Bandarlampung, Aep Saripudin, Bandarlampung adalah etalase Provinsi Lampung dalam berbagai hal. Sementara sampai dengan hari ini walaupun Bandarlampung terus mengalami peningkatan dalam pembangunan, tapi tetap masih ada tiga masalah utama yang harus diselesaikan.

Pertama, masalah banjir di musim hujan perlu penanganan yang konfrehensif. Tidak hanya tentang normlisasi sungai, tapi juga diperlukan masterplan drainase sebagai penataan aliran air jika musim hujan datang untuk menghindari banjir. Selain itu pembangunan embung kota dan reboisisasi kawasan gunung dan perbukitan yang membutuhkan kordinasi dengan kabupaten yang bersebelahan dengan Bandarlampung dan juga menjadi kewenangan gubernur.

Kedua, kemacetan lalu lintas. Ini sudah menjadi masalah serius yang jika tidak ditangani dengan serius akan terus meningkat kemacetan di Bandarlampung. Walaupun flyover sedikit banyak sudah menyelesaikan masalah tersebut, tapi jika Bandarlampung kedepan terus berkembangan menjadi kota metropolitan, tentu masalah ini tidak bisa kita anggap ringan. Perlu masterplan lalu lintas sebagai kajian awal untuk menata arus lalu lintas yang paling tepat saat ini. Perlunya transportasi publik yang murah, aman dan nyaman juga akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sebagai salah satu penyebab kemacetan. Jika diperlukan pembuatan lingkar luar arus lintas sumatera yang melewati bandarlampung bisa dialihkan ke wilayah Tanjung Bintang dan Natar. Lintas sumatera yang saat ini melewati Panjang, Kalibalok, Way Halim dan Rajabasa sudah sangat padat pemukiman, dan pasti tahun kedepan juga akan semakin padat.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi. Memang pertumbuhan ekonomi Bandar Lampung sudah cukup tinggi di angka 6,24%, namun begitu Rasio GINI masih tinggi di angka 0,345. Artinya kesenjangan di Bandar Lampung cukup tinggi. Industri, hotel, dan usaha rumah makan serta perdagangan jasa lainnya memang penyumbang cukup tinggi pertumbuhan ekonomi. Namun UMKM masih perlu penangan serius agar terus berkembng dan bergeliat dengan pemberian modal lunak dan pendampingan intensif dari pemerintah.

“Semoga komunikasi yang telah terjalin antara walikota Bandar Lampung Ibu Eva Dwiana dan Gubernur Lampung Bapak Arinal bisa meningkatkan sinergi pembangunan antara kota dan provinsi. Karena dengan kerjasama proses pembangunan di Provinsi Lampung akan berjalan dengan lancar dan pembangunan bisa dilaksanakan dengan cepat. Selamat ulang tahun yg ke 57 untuk Provinsi Lampung. Terus membangun untuk Lampung berjaya dan Bandar Lampung Sejahtera,” tutup Aep. (*)