Agus Djumadi: Pemkot Harus Punya Master Plan Drainase dan Lalu Lintas

setialampung.com – Ketua Fraksi PKS DPRD Bandarlampung, Agus Djumadi mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung agar memiliki master plan drainase dan lalu lintas.

Hal ini dikemukakan Agus usai penyampaian pendapat akhir pada sidang finalisasi raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahunn anggaran 2019, senin (27/7).

Menurut Agus, salah satu penyebab banjir yang sering terjadi di Bandarlampung dikarenakan buruknya sistem drainase kota ini. Sistem drainase perkotaan merupakan salah satu komponen prasarana perkotaan yang sangat erat kaitannya dengan penataan ruang. Bencana banjir yang sering melanda sebagian besar wilayah dan kota di Indonesia termasuk Bandarlampung disebabkan kesemrawutan penataan ruang.

“Sistem drainase yang buruk menjadi penyebab salah satu penyebab banjir di Bandarlampung. Sebagian besar disebabkan karena saluran air tidak ada, saluran tersumbat sampah, dan akibat bangunan yang mengganggu saluran. Sistem drainase yang buruk menyebabkan aliran air tidak lancar sehingga terjadi genangan setiap kali hujan deras,” kata Agus.

Agus pun memberi masukan kepada Pemkot Bandarlampung agar memiliki master plan drainase. Dengan memiliki master plan, pemkot tidak hanya memperbaiki drainase yang rusak sebatas proyek fisik saja. Pembuatan master plan akan mempermudah pembuat kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan dan konservasi serta pertumbuhan dan pengembangan lingkungan. Informasi yang termaktub di dalam masterplan tersebut ditujukan sebagai penunjuk keputusan yang jangkauannya bersifat publik sekaligus privat. Jangkauan itu akan berperan dalam hal pemanfaatan bentang alam (tanah, air, udara) serta penyediaan infrastruktur publik. Di situ pun ada bagian penyesuaian masterplan dengan karakter lokasi dan sifat adaptifnya serta penggunaan sumber dayanya yang bertanggung jawab.

Selain master plan drainase, Agus juga mengusulkan Bandarlampung memiliki master plan lalu lintas. Perkembangan pembangunan yang pesat tentunya berdampak pula terhadap kondisi lalu lintas. Jika tidak ada perencanaan yang matang, Bandarlampung akan menjadi kota yang semrawut lalu lintas.

“Master Plan diperlukan agar lalu lintas arus lalu lintas tidak menimbulkan kemacetan. Perencanaan lalu lintas diatur berdasarkan analisis dan perhitungan yang cermat, bukan berdasarkan insting semata. Ada grand design yang besar terhadap lalu lintas kota Bandar Lampung untuk 10 atau 20 tahun ke depannya,” pungkas Agus. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *